Pendapatan segmen intercity shuttle meningkat dari Rp104,4 miliar di tahun 2023 menjadi Rp121,2 Miliar di tahun 2024 atau meningkat sebesar 16% dibandingkan dengan tahun 2023.
Untuk segmen jasa wisata open trip, pendapatan di kuartal ketiga tahun 2024 juga meningkat sebesar 7% menjadi Rp8,2 miliar dibandingkan tahun 2023 di periode yang sama sebesar Rp7,6 miliar.
Di lini usaha bus charter, Perseroan terus menitikberatkan kepada segmen korporasi untuk kegiatan corporate shuttle dan outing, segmen sekolah terutama untuk kegiatan field trip serta sektor perorangan (FIT) dimana adanya pent-up demand yang begitu besar yang didapatkan melalui peran konten sosial media.
"Kami juga melakukan renovasi beberapa armada untuk menunjang pelayanan sehingga pelanggan merasa nyaman saat menggunakan armada kami. Selain itu, kami telah menghadirkan beberapa armada baru agar dapat menopang pendapatan Perseroan ke depannya," ujar Edgar.
Di lini usaha intercity shuttle selama tahun 2024, emiten berkode WEHA ini secara aktif melakukan penambahan armada dan menambah counter baru dengan melihat peluang pasar di area baru tersebut.
Bisnis paket dan jastip pun ikut menyumbang utilisasi kendaraan per trip yang dijalankan di lini bisa intercity shuttle dan logistik.
Di lini usaha jasa wisata open trip, WEHA memanfaatkan libur panjang serta cuti bersama sebagai peluang untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang ingin melakukan perjalanan wisata.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.