Yuliot menjelaskan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi terus ditingkatkan agar bisa memberi nilai tambah di dalam negeri.
Untuk ketahanan energi perlu diupayakan ketersediaan berbagai sumber energi yang cukup dan terjangkau, baik migas, batu bara, ketenagalistrikan, dan energi baru terbarukan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian sebesar 8%.
“Sebagai gambaran, bauran energi sampai dengan Juni 2024, sumber energi masih didominasi oleh batu bara sebesar 39,48%, sementara minyak bumi 29,9%, dan gas bumi 16,69%, dan dari energi baru terbarukan sekitar 13,93%,” ucap dia.
Di lain pihak untuk mengurangi laju konsumsi BBM, pemerintah berupaya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik dan energi baru dan terbarukan (EBT).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.