JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto sudah menetapkan program prioritas yang akan dikerjakan selama 2025. Program tersebut adalah pendidikan dan kesehatan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pun sudah menyiapkan anggaran-anggaran untuk program tersebut dalam APBN 2025.
Okezone pun merangkum detail terkait program prioritas Prabowo dan anggarannya dalam fakta-fakta, Sabtu (14/12/2024):
1. Prabowo Alokasikan Anggaran Jumbo untuk Pendidikan dan Kesehatan
“Indonesia alokasi terbesar adalah pendidikan. Demikian kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas dan kita yakin melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah jalan keluar sesungguhnya dari kemiskinan,” kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, perlindungan sosial, bantuan sosial, dan subsidi akan menjadi langkah-langkah menuju kebangkitan ekonomi melalui hilirisasi. Namun, menurut Kepala Negara, pendidikan dan kesehatan tetap akan menjadi pilar utama untuk terhindar dari kemiskinan.
“Makan bergizi juga hal yang strategis. Kita selamatkan anak-anak kita, tapi dengan itu kita akan memberdayakan ekonomi pedesaan, ekonomi kecamatan, ekonomi kabupaten, ekonomi provinsi. Puluhan triliun akan beredar di daerah-daerah,” kata Kepala Negara.
2. Prabowo Ingin Tekan Kemiskinan
Prabowo menegaskan pentingnya subsidi dan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah merumuskan langkah-langkah untuk memastikan bahwa bantuan sosial dapat dirasakan secara adil dan merata.
“Ternyata fokus kita kepada memerangi kemiskinan dan kelaparan itu menjadi agenda dunia. Jadi waktu saya hadir di G20, itu tema dunia memerangi kemiskinan dan kelaparan. Karena itu subsidi dan perlindungan sosial akan kita perbaiki agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” ungkapnya.
3. Sri Mulyani Siapkan Rp2.701 Triliun untuk 2025,
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan belanja negara 2025 sebesar Rp2.701,4 triliun. Belanja pemerintah pusat ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan seperti swasembada pangan, swasembada energi hingga program makan bergizi gratis.
“Belanja pemerintah pusat akan mendukung prioritas pembangunan seperti yang disampaikan oleh Presiden yaitu melakukan swasembada pangan, swasembada energi, pelaksanaan program makan siang gratis, pendidikan dan kesehatan, serta pelaksanaan perlindungan sosial yang makin tepat sasaran. Dengan belanja Rp2.701,4 triliun, belanja pendidikan mencapai Rp724,3 triliun,” kata Menkeu.
Sri Mulyani mengatakan, belanja pendidikan Rp724,3 triliun merupakan belanja tertinggi fungsi pendidikan di APBN.
Sementara belanja kesehatan ditetapkan Rp218,5 triliun, perlindungan sosial mencapai Rp503,2 triliun dan untuk ketahanan pangan mencapai Rp144,6 triliun.
4. Alokasi Anggaran Lain di 2025
Untuk program makan bergizi dialokasikan anggaran Rp71 triliun dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di daerah dan terutama di desa-desa di dalam rangka untuk menyuplai kebutuhan program makan siang bergizi.
“Dengan demikian, program makanan bergizi disertai dengan Dana Desa yang sebesar Rp70 triliun akan bisa menggerakkan desa dengan volume aktivitas dan volume uang yang meningkat,” jelas Sri Mulyani.
5. Rincian Anggaran 2025:
- Pemeriksaan kesehatan gratis dialokasikan Rp3,2 triliun
- Renovasi sekolah sebesar Rp20 triliun
- Sekolah unggulan terintegrasi Rp2 triliun
- Lumbung Pangan Nasional Daerah dan Desa dengan dana mencapai Rp15 triliun.
- Transfer ke daerah sebesar Rp919,9 triliun.
(Feby Novalius)