Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Minta BEI dan OJK Bersih-Bersih Saham Gorengan, Baru Kasih Insentif

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 10 Oktober 2025 |19:03 WIB
Purbaya Minta BEI dan OJK Bersih-Bersih Saham Gorengan, Baru Kasih Insentif
Menkeu menyampaikan bahwa pemberian insentif untuk pasar modal bergantung pada keseriusan BEI. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemberian insentif untuk pasar modal sangat bergantung pada keseriusan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menertibkan praktik-praktik saham gorengan dan manipulasi pasar. Jadi, agenda utama pasar modal saat ini bukanlah insentif, melainkan penegakan integritas.

"Saya ekspektasi dalam setahun akan banyak tuh gorengan atau penggoreng-penggoreng saham di sana yang dihukum oleh Bursa maupun OJK," kata Purbaya dalam sesi media gathering via Zoom, Jumat (10/10/2025).

Purbaya mengaku ikut memantau pergerakan saham dan memiliki informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam praktik penggorengan.

"Kalau selama setahun bersih-bersih aja, sementara saya bisa lihat saham digoreng , saya kan mengamati pasar saham juga, ya. Ada yang menggoreng-menggoreng, sebagian juga saya kenal, kebanyakan, ya. Yang ikut bukan main-main, bukan market maker tapi ikut. Yang bilang ke saya itu digoreng, gitu. Ada yang lapor ke saya juga. Kalau masih kejadian, ya nanti kita tanya ke Bursanya gimana penindakannya," jelasnya.

Purbaya menyoroti bahwa selama puluhan tahun, kasus manipulasi saham banyak terjadi, namun penindakan hukumnya minim.

Ia menyebut kasus besar seperti Asabri dan Jiwasraya juga sebagian melibatkan praktik penggorengan saham.

Menurut Purbaya, jika praktik curang ini tidak dibersihkan, minat investasi dari generasi muda (Gen Z) yang kini menyumbang 5 persen investor bisa hilang, dan pasar modal Indonesia tidak akan bisa berkembang lagi.

Sebaliknya, jika pasar modal ditertibkan, investor muda akan berani masuk karena mereka percaya adanya fair game.

"Tapi kalau dirapikan, maka mereka akan berani masuk ke pasar saham karena mereka akan berpendapat bahwa di sana fair game, permainannya fair. Ada yang kalah, ada yang naik, ada yang turun, tapi enggak dimanipulasi sama kalangan tertentu," ujarnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement