Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadin Minta Pengusaha Manfaatkan Likuiditas Pasar untuk Tarik Investasi 

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 10 Oktober 2025 |11:40 WIB
Kadin Minta Pengusaha Manfaatkan Likuiditas Pasar untuk Tarik Investasi 
Ketum Kadin Anindya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie meminta dunia usaha untuk memanfaatkan likuiditas pasar guna menarik investasi ke Tanah Air.

Hal ini mengingat pemanfaatannya akan memperkuat daya beli masyarakat dan mempercepat perputaran ekonomi.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana bisa mengonversi likuiditas di atas menjadi likuiditas di lapangan. Karena perputaran uang terjadi karena adanya spending dan pergerakan ekonomi. Jadi konversi ini harus dilakukan secepat mungkin,” katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Dia menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang telah menyediakan likuiditas ke sistem perekonomian.

Namun, Anindya menekankan pentingnya upaya untuk mengonversi likuiditas tersebut menjadi investasi nyata di lapangan.

"Karena perputaran uang terjadi karena adanya spending dan pergerakan ekonomi. Jadi konversi ini harus dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan likuiditas secara optimal dapat memperkuat daya beli masyarakat dan mempercepat perputaran ekonomi nasional.

 

Dia menilai, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah per tahun akan berjalan lebih efektif apabila diiringi dengan keterlibatan aktif dunia usaha.

“Program seperti MBG ini contohnya sudah berjalan baik, karena dapurnya dibentuk bersama dunia usaha. Pemerintah cukup memastikan kepastian pembayaran atau *off-take*-nya,” kata Anindya.

Selain menyoroti investasi riil, Anindya juga mendorong pendalaman pasar modal agar semakin banyak perusahaan nasional yang dapat melakukan penawaran umum (listing) di bursa.

Dia meyakini langkah tersebut akan memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem investasi nasional.

"Pasar modal adalah salah satu cara untuk risk financing. Kalau likuiditas keuangan sudah ada dan pembiayaan berbasis ekuitas juga kuat, seharusnya ekonomi bisa berjalan dengan baik. Kita mesti menyambut tantangan ini dengan baik karena bisa membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional,” tutupnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement