Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bapanas Sebut Tak Ada Impor Beras, Gula dan Jagung pada 2026

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 04 Januari 2026 |12:06 WIB
Bapanas Sebut Tak Ada Impor Beras, Gula dan Jagung pada 2026
Impor Beras RI (Foto: Okezone)
A
A
A

Untuk komoditas jagung, carry over stock menuju 2026 tercatat sebesar 4,521 juta ton. Stok tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan nasional hampir tiga bulan, dengan asumsi kebutuhan bulanan sebesar 1,421 juta ton. Produksi jagung nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan berada di level 4,581 juta ton.

Bapanas juga memperkirakan adanya potensi ekspor jagung pada 2026 sebesar 52,9 ribu ton. Sementara itu, impor jagung untuk pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga dipastikan tidak dilakukan.

Sementara untuk gula konsumsi, carry over stock ke 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 236,4 ribu ton, stok tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan.

Produksi gula nasional pada 2026 diestimasikan mencapai 2,72 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan berada di angka 1,32 juta ton. Pemerintah juga memutuskan tidak ada impor gula konsumsi sepanjang 2026.

Tidak hanya tiga komoditas utama tersebut, Ketut menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan lainnya.

"Jangan lupa dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sudah tidak membutuhkan impor untuk kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam. Indonesia telah sufficient. Produksi petani dan peternak kita mumpuni," tambah Deputi Ketut.

Diketahui, dalam catatan Bapanas, produksi bawang merah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 1,397 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi tahunan berada di 1,239 juta ton.

Untuk cabai besar dan cabai rawit, produksi nasional masing-masing mencapai 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi tahunan yang masing-masing berada di 920,3 ribu ton dan 904,8 ribu ton.

Hal serupa juga terjadi pada telur ayam ras dan daging ayam ras. Pada 2025, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,532 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,487 juta ton.

Sementara produksi daging ayam ras mencapai 4,287 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 4,139 juta ton. Data tersebut menunjukkan masih adanya surplus produksi terhadap konsumsi.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement