Sementara itu, OJK mengungkapkan terdapat 9 perusahaan pinjol yang masih berjuang memenuhi ketentuan modal inti.
"9 dari 95 pindar yang belum penuhi ekuitas Rp12,5 miliar," ujar Agusman.
Agusman menegaskan bahwa entitas yang belum memenuhi persyaratan telah menyerahkan rencana aksi (action plan) guna mematuhi aturan tersebut.
Langkah yang diambil beragam, mulai dari penambahan modal disetor oleh pemegang saham hingga opsi penggabungan usaha atau merger.
AdaKami — PT Pembiayaan Digital Indonesia
AdaModal — PT Solid Fintek Indonesia
AdaPundi — PT Info Tekno Siaga
Akseleran — PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia
Aktivaku — PT Aktivaku Investama Teknologi
Alami — PT Alami Fintek Sharia
Amartha — PT Amartha Mikro Fintek
Ammana — PT Ammana Fintek Syariah
Asetku — PT Pintar Inovasi Digital
Avantee — PT Grha Dana Bersama
AwanTunai — PT Simplefi Teknologi Indonesia
BantuSaku — PT Smartec Teknologi Indonesia
BATUMBU — PT Berdayakan Usaha Indonesia
Boost — PT Creative Mobile Adventure
Cairin — PT Idana Solusi Sejahtera
Cashcepat — PT Artha Permata Makmur
cicil — PT Cicil Solusi Mitra Teknologi
Crowdo — PT Mediator Komunitas Indonesia
DANA SYARIAH — PT Dana Syariah Indonesia
DanaBagus — PT Dana Bagus Indonesia
danabijak — PT Digital Micro Indonesia
Danacita — PT Inclusive Finance Group
Danai.id — PT Adiwisista Finansial Teknologi
Danain — PT Mulia Inovasi Digital
Danakini — PT Dana Kini Indonesia
Danamas — PT Pasar Dana Pinjaman
Danamerdeka — PT Inetkno Raya
DanaRupiah — PT Layanan Keuangan Berbagi
Doeku — PT Doeku Field Indonesia
Dompet Kilat — PT Indo Fin Tek
Duha SYARIAH — PT Duha Madani Syariah
DUMI — PT Fidac Inovasi Teknologi
Easycash — PT Indonesia Fintopia Technology
EDUFUND — PT Fintech Bina Bangsa
Esta Kapital — PT Esta Kapital Fintek
ETHIS — PT Ethis Fintek Indonesia
Findaya — PT Mapan Global Reksa
Finmas — PT Oriente Mas Sejahtera
Finplus — PT Rezeki Bersama Teknologi
FINTAG — PT Fintegra Homido Indonesia