Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |15:39 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Pasar mengantisipasi Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46 persen kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.

Dari sentimen domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dilaporkan sebesar 5,11 persen secara tahunan (YoY). Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03 persen YoY. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya.

Sepanjang 2025 berdasakan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun.

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom. Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1 persen secara tahunan (YoY). Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1 persen jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.840 - Rp16.900 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement