“Target pertumbuhan kredit kita berada di kisaran 8–12%. Ini termasuk upaya mendorong kredit UMKM, dan harapannya bisa lebih tinggi di batas atas. Semua upaya ini harus dilakukan secara sinergis dengan kebijakan makroprudensial dan instrumen lainnya untuk mendorong percepatan intermediasi dari perbankan,” ujarnya.
Alex pun memastikan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi, agar kebijakan yang diambil selalu responsif terhadap perubahan ekonomi global maupun domestik.
“Fundamental kita tetap sama, dan hingga saat ini, belum ada rencana mengubah proyeksi. Kita akan terus memastikan pertumbuhan kredit dan ekonomi tetap pada jalur yang stabil,” tutupnya.