Alexander menambahkan, koordinasi dengan pelaku perbankan dan kementerian terkait juga sedang dilakukan, misalnya melalui program peningkatan kapasitas UMKM dan pembiayaan baru. “Dari BI, kami menyiapkan suplai likuiditas dan mendukung harga agar program ini berjalan efektif,” tambahnya.
Lebih lanjut, BI memprediksi pertumbuhan kredit 2026 akan didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Era suku bunga rendah yang mendukung akselerasi kredit.
2. Realokasi aset melalui sinergi program Portfolio Decision Making (PDM)
3. Prospek permintaan yang didukung akselerasi program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi pangan dan perumahan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.