Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WFA PNS dan Pekerja Swasta Kunci Urai Kepadatan Mudik dan Balik Lebaran 2026

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |11:48 WIB
WFA PNS dan Pekerja Swasta Kunci Urai Kepadatan Mudik dan Balik Lebaran 2026
Kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) bagi pekerja swasta maupun ASN selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung penerapan Work From Anywhere (WFA) atau kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) bagi pekerja swasta maupun ASN selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini bertujuan memberikan ruang lebih bagi pengaturan perjalanan agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Menhub, Selasa (16/2/2026).

Pemerintah telah sepakat menerapkan FWA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan menyatakan, persepsi masyarakat menunjukkan penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3.

Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8). Pada arus balik, masyarakat juga menunjukkan persepsi bahwa penerapan FWA efektif menekan potensi pergerakan puncak arus balik, yaitu H+4 sampai H+6 setelah Lebaran.

Hari puncak kepadatan pergerakan masyarakat menjadi terdistribusi lebih merata karena sebagian masyarakat mengubah rencana perjalanan di luar periode H-8 sampai H+8, menjadi sebelum H-8 dan setelah H+8.

Menhub Dudy menjelaskan, hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan. Sementara itu, pada 2025, survei mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. Meski secara survei tahun ini terlihat sedikit penurunan sekitar 1,7 persen, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah dalam persiapan angkutan Lebaran.

 

"Kami berasumsi bahwa pada 2026, dengan mempertimbangkan hari libur yang cukup panjang dan penerapan kebijakan FWA, periode pergerakan masyarakat dapat berlangsung kurang lebih selama dua minggu. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin," kata Menhub.

Menhub Dudy pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan arus balik.

"Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami harap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, serta nyaman," pungkasnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement