Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banten Diprediksi Jadi Titik Terpadat Arus Mudik di Pelabuhan dan Bandara

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 17 Februari 2026 |09:08 WIB
Banten Diprediksi Jadi Titik Terpadat Arus Mudik di Pelabuhan dan Bandara
Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)
A
A
A

JAKARTA - Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Sebab, Banten termasuk dalam lima besar teratas provinsi asal pergerakan masyarakat, yaitu sebanyak 11,17 juta orang.

Selain itu, di Provinsi Banten juga terdapat simpul transportasi terpadat berupa pelabuhan penyeberangan dan bandara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyeberangan, akan melewati Provinsi Banten.

"Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang," ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Terkait angkutan penyeberangan, Menhub Dudy mengatakan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang melalui 15 lintas penyeberangan.

Khusus menuju Pelabuhan Merak, telah disiapkan lima titik utama sebaran lokasi delaying system yaitu Rest Area KM 13 A, Rest Area KM 43 A, Rest Area KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Pelabuhan Merak, serta JLS Ciwandan untuk wilayah Pelabuhan Ciwandan.

Selain sebaran lokasi delaying system, Kemenhub bekerja sama dengan pihak terkait juga telah menyiapkan lima jalur penyeberangan yaitu Merak-Bakauheni, Ciwandan – PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan - Bakauheni, BBJ Bojonegara - BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera - Pelabuhan Panjang sebagai contingency plan.

"Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang. Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini," ujar Menhub Dudy.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement