Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pihaknya telah melakukan survei di sejumlah daerah seperti Jatiwangi, Majalengka, Purwakarta, dan Bekasi untuk mengkaji penggunaan genteng. Tujuan program ini, kata dia, bukan hanya mengurangi panas di dalam rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan UMKM dalam negeri.
"Tapi nanti arahan pak Dasco (Wakil Ketua DPR RI), mana yang mau digunakan (genteng atau seng). Kalau boleh kita akan kaji dulu, karena ini akan sangat membantu industri dan UMKM dalam negeri," kata Maruarar Sirait.
Dia menegaskan opsi impor sebenarnya lebih mudah, namun pemerintah ingin memprioritaskan produk lokal. Kementeriannya meminta waktu satu minggu untuk menyusun kajian lengkap sebelum memutuskan jenis genteng yang akan digunakan secara nasional.
"Kalau mau simpel sih bisa saja kita impor, tapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan untuk menggerakan industri dalam negeri ini soal genteng," kata Maruarar.
"Kami minta waktu seminggu dengan kajian yagn lengkap untuk kami laporkan kepada pak ketua, dan dengan bnpb bisa sama sama hingga nanti kita koordinasi genteng mana yang mau digunakan," sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keputusan pemilihan material atap harus didasarkan pada simulasi teknis dan produksi dalam negeri. Dia meminta kajian komprehensif agar pemerintah dapat menentukan bahan terbaik sebelum proyek berjalan masif.
"Jadi memang diskusi terbaru, soal mengganti genteng itu memang ada beberapa bahan, saya pikir bisa diproduksi dalam negeri, silahkan mungkin dibuat kajian dan simulasinya. Kemudian didiskusikan sehingga bisa diputuskan pada waktunya, untuk kemudian memakai yang mana," pungkas Dasco.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.