JAKARTA – Dompet digital kini lebih dari sekadar alat pembayaran, tetapi juga mulai menjadi bagian dari kegiatan finansial sehari-hari masyarakat. Studi terbaru menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan dompet digital untuk beragam transaksi, mulai dari belanja online, pembayaran makanan dan minuman, tagihan rutin, hingga transfer antarbank.
Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang mendorong adopsi pembayaran digital, sehingga ekosistem dompet digital berkembang dan menciptakan persaingan antarplatform.
Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, menyebutkan, peta persaingan dompet digital telah bergeser dari sekadar membangun kesadaran merek menjadi pengembangan ekosistem layanan yang lebih terintegrasi. “Pengguna kini mempertimbangkan keamanan sistem dan integrasi layanan dalam memilih dompet digital, bukan hanya popularitas merek,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Seiring meningkatnya pemanfaatan dompet digital, preferensi pengguna menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan platform. Riset terbaru menunjukkan bahwa sejumlah faktor memengaruhi keputusan masyarakat, termasuk promosi seperti gratis biaya admin, cashback, dan diskon.
Penggunaan dompet digital tidak terbatas pada transaksi online, tetapi juga semakin banyak dipakai di merchant offline melalui QRIS. Selain itu, platform ini juga digunakan untuk pembelian paket data dan pembayaran tagihan rutin.
Kemudahan penggunaan dan keamanan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan dompet digital. Antarmuka aplikasi yang sederhana, proses transaksi cepat, dan navigasi yang intuitif membuat pengguna merasa nyaman. Sedangkan jaminan keamanan menjadi dasar kepercayaan pengguna terhadap layanan.
Peran Generasi Z penting dalam transformasi dompet digital dari alat pembayaran menjadi ekosistem layanan terintegrasi. Sebagai digital natives, kelompok ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kemudahan dan integrasi layanan dalam aktivitas sehari-hari.
Keputusan Generasi Z memilih dompet digital dipengaruhi beberapa faktor, seperti kepraktisan (57%), bebas biaya administrasi (49%), dan fleksibilitas penggunaan di berbagai merchant (48%).
Penggunaan mereka terkonsentrasi pada belanja online, pembelian makanan dan minuman, kebutuhan gaming, serta layanan digital seperti pembelian pulsa dan pembayaran tagihan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.