Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Sepekan Anjlok 0,44 Persen ke 8.235, Transaksi Harian BEI Tembus Rp29,52 Triliun

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |09:33 WIB
IHSG Sepekan Anjlok 0,44 Persen ke 8.235, Transaksi Harian BEI Tembus Rp29,52 Triliun
IHSG Sepekan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kinerja perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan periode 23–27 Februari 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi yang signifikan, namun indeks utama pasar justru ditutup melemah pada akhir periode.

Berdasarkan data resmi bursa, rata-rata nilai transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi dengan lonjakan 25,35 persen menjadi Rp29,52 triliun, dibandingkan Rp23,89 triliun pada pekan sebelumnya. Aktivitas perdagangan juga tercermin dari rata-rata volume transaksi harian yang tumbuh 8,55 persen menjadi 51,02 miliar saham dari sebelumnya sekitar 47 miliar saham.

Meski aktivitas perdagangan meningkat, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berlawanan arah. Sepanjang sepekan, IHSG terkoreksi 0,44 persen dan ditutup di level 8.235,485 dari posisi 8.271,767 pada pekan sebelumnya. Penurunan tersebut turut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 1,03 persen menjadi Rp14.787 triliun dari Rp14.941 triliun.

Secara keseluruhan, likuiditas pasar memang menunjukkan penguatan. Total volume transaksi tercatat mencapai 255,08 miliar saham dengan nilai Rp149,76 triliun atau sekitar USD 8,9 miliar, serta frekuensi 14,75 juta kali transaksi. 

Data rata-rata harian menunjukkan volume naik 8,55 persen dan nilai transaksi meningkat 25,35 persen, sementara frekuensi transaksi turun 3,72 persen. Kondisi ini mengindikasikan nilai transaksi membesar meskipun jumlah transaksi sedikit berkurang, yang umumnya mencerminkan adanya transaksi berukuran besar dari pelaku pasar institusional.

Distribusi pergerakan saham memperlihatkan tekanan jual masih mendominasi. Sebanyak 390 saham tercatat turun lebih dari 2 persen dan 147 saham melemah di rentang 0–2 persen, sedangkan 156 saham stagnan. Di sisi lain, saham yang menguat terdiri dari 100 saham naik hingga 2 persen dan 165 saham melonjak lebih dari 2 persen. Jika dilihat dari sisi kapitalisasi, porsi nilai saham yang turun dan naik relatif berimbang, masing-masing sekitar seperempat dari total kapitalisasi pasar.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat lonjakan signifikan dan masuk jajaran top gainers pekanan. Kenaikan tertinggi dibukukan saham BNBR yang melesat 76,86 persen, disusul JAYA naik 56,30 persen dan TKIM melonjak 50,68 persen. 

 

Saham lain seperti KAQI, MEGA, ICON, BIPI, MDIA, WMUU, dan MSIN juga mencatat penguatan besar dengan kenaikan antara sekitar 25 persen hingga 41 persen. Reli tajam ini mencerminkan adanya minat beli kuat pada saham tertentu, terutama di segmen non-blue chip.

Sebaliknya, tekanan jual besar terjadi pada kelompok top losers. Saham INDS menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 49,59 persen dalam sepekan. Penurunan tajam juga dialami SOTS yang turun 41,67 persen serta SSTM yang melemah 34,74 persen. Saham lainnya seperti BLUE, RMKO, FUJI, BAIK, APLI, ARKO, dan ESTI turut mencatat penurunan dua digit, berkisar 20 persen hingga hampir 28 persen, menandakan aksi jual signifikan pada sejumlah emiten.

Secara keseluruhan, perdagangan saham pekan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang aktif namun masih cenderung defensif. Peningkatan nilai dan volume transaksi belum mampu mendorong indeks ke zona hijau, menunjukkan investor masih berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi di tengah dinamika pasar.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement