JAKARTA - Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait dampak konflik antara Amerika Serikat dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Ia menilai Iran tidak akan berani mengambil keputusan hingga melakukan penutupan Selat Hormuz secara berkepanjangan. Sebab negara penghasil minyak tersebut juga punya kepentingan untuk bertahan, karena teluk tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan negaranya.
"Tapi sekali lagi seperti kami laporkan tadi, Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujarnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Luhut mengakui, penutupan Selat itu menyeret dampak terhadap terkereknya harga minyak mentah dunia. Bahkan untuk Indonesia sendiri, kondisi ini mengancam fiskal bekerja lebih keras untuk menambal harga subsidi energi.
Namun demikian, Luhut mengatakan situasi konflik di timur tengah ini belum menyimpan dampak jangka pendek bagi negara. Ia memastikan, hari besar keagamaan seperti lebaran ini tidak ada dampak apapun terhadap harga energi nasional.
"Kami datang dengan berbagai skenario dan kita lihat perkembangan dalam 1-2 minggu ke depan. Saya kira selama Lebaran saya kira akan semua baik-baik," sambungnya.