Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

World Bank Ungkap Data, Ini Cara Kurangi Sampah Plastik di RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 15 Maret 2026 |11:32 WIB
World Bank Ungkap Data, Ini Cara Kurangi Sampah Plastik di RI
World Bank Ungkap Data, Ini Cara Kurangi Sampah Plastik di RI (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mengurangi masalah sampah plastik. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 yang mewajibkan produsen untuk mengurangi sampah plastik melalui kemasan yang lebih mudah didaur ulang atau penggunaan kembali.

Berdasarkan proyeksi World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun, atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah. Hal ini menjadi tugas semua pihak untuk mengurani sampah plastik, salah satunya perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan atau produsen bumbu penyedap makanan.

Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi terciptanya keluarga yang lebih sehat. Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut telah memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada tahun 2025, sebuah kontribusi signifikan dalam mendukung upaya nasional menekan timbulan sampah plastik. 

Inisiatif ini juga menjadi bukti untuk memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019), serta mendukung target pengurangan plastik hingga 30 persen pada tahun 2029/2030.

"Pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat," ujar Head of Corporate Communication Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (15/3/2026).

 

Ajinomoto melalui Ajinomoto Health Provider menghadirkan berbagai rangkaian inisiatif lingkungan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di antaranya adalah inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. pada tahun 2020 Ajinomoto telah menerapkan berbagai terobosan seperti penggunaan material daur ulang dengan menggunakan kemasan mono-material, serta pengurangan ketebalan kemasan guna meminimalkan penggunaan plastik pada beberapa produk.

Pihaknya mengganti sebagian material plastik dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30% serta pengurangan header part berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi lainnya dengan berbahan mono-material memberikan efisiensi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.

Di sisi lain, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan berbagai bank sampah, seperti Bank Sampah Gunung Emas (Jakarta Timur), Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di wilayah Karawang dan Mojokerto. Hal ini tentu selain menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Dari seluruh inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi pada beberapa komunitas juga membuka peluang ekonomi melalui skema pengumpulan sampah.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement