Dari sisi layanan, kondisi operasional angkutan umum secara umum tetap terjaga. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) pada 17 Maret 2026 (H-4) tercatat sebagai berikut: 95,90 persen untuk kereta api antarkota; 99,20 persen untuk perkeretaapian perkotaan regional; 81,81 persen untuk angkutan udara domestik; 70,45 persen untuk angkutan udara internasional; 95,82 persen untuk angkutan laut; 95,09 persen untuk penyeberangan; dan 71,92 persen untuk angkutan jalan.
Selain kepadatan lalu lintas, Kementerian Perhubungan juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi.
Pada H-4 terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu, Halmahera, dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meskipun secara umum operasional transportasi tetap berjalan.
“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkas Titis.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.