Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Relokasi Rusun Bantaran Rel Stasiun Pasar Senen Ditargetkan Mei 2026

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 30 Maret 2026 |22:15 WIB
Relokasi Rusun Bantaran Rel Stasiun Pasar Senen Ditargetkan Mei 2026
Menteri Ara (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) untuk relokasi warga bantaran rel di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, mulai dilakukan pada Mei 2026. Proyek ini menjadi bagian dari upaya penyediaan hunian layak sekaligus penataan kawasan padat di ibu kota.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rusun tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat penanganan permukiman di bantaran rel kereta api yang selama ini dinilai kurang layak huni.

“Groundbreaking kita targetkan Mei 2026. Saat ini seluruh pihak sedang mematangkan skema pembangunan dan pembiayaannya,” ujar Maruarar melalui pernyataan tertulis, Senin (30/3/2026). 

Lahan seluas 1,61 hektare yang akan digunakan merupakan aset milik BUMN dan akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian vertikal bagi warga terdampak relokasi. Pemerintah menekankan proyek ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta.

Sejumlah skema pembangunan tengah dibahas. Salah satunya melibatkan Perum Perumnas dengan rencana pembangunan sekitar 1.000 unit hunian dalam dua tower yang didukung pembiayaan APBN. Alternatif lain datang dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang mengusulkan pembangunan sembilan tower empat lantai dengan total 690 unit, lengkap dengan fasilitas sosial seperti ruang komunal dan gedung serbaguna.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyatakan siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam percepatan proses perizinan agar proyek dapat segera berjalan sesuai target.

 

Selain proyek rusun di Senen, Kementerian PKP juga menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah DKI Jakarta sebanyak 3.100 unit rumah pada 2026. Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak di berbagai wilayah.

Sementara itu, Badan Pengaturan BUMN menyatakan akan mengoptimalkan aset-aset milik negara untuk mendukung program perumahan serupa di kota-kota besar lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi dalam penyediaan hunian di kawasan perkotaan yang padat.

Pemerintah berharap pembangunan rusun di kawasan Senen tidak hanya menjadi solusi relokasi, tetapi juga menjadi contoh penataan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan layak huni bagi masyarakat.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement