Sementara itu, Mensos Saifullah Yusuf mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik penipuan oleh oknum yang menjanjikan bisa mengubah status desil (kelompok tingkat kesejahteraan) guna mendapatkan bantuan sosial.
"Kalau ada yang mengaku bisa menaikkan desil, itu penipuan. Karena yang bisa menentukan desil itu BPS (Badan Pusat Statistik), menteri tidak bisa. Jadi tidak perlu lagi percaya sama hal-hal yang sifatnya manipulasi," kata Mensos saat menghadiri kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) belum lama ini.
Dia menegaskan bahwa saat ini sudah bukan waktunya lagi ada praktik suap-menyuap maupun pungutan liar di masyarakat terkait data bantuan. Ke depannya, seluruh pihak baik dari Kementerian Sosial, Kementerian Perumahan, Kementerian Desa, hingga pemerintah daerah akan menggunakan satu acuan yang sama, yakni DTSEN.
Terkait upaya pemutakhiran data, Mensos menyebutkan bahwa Kepala Desa, pengurus RT/RW, hingga operator desa memegang peran yang sangat strategis sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres).
Baca selengkapnya: Bansos Cair Lagi Usai Lebaran 2026, Ada BLT Rp600.000
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.