JAKARTA - Masyarakat dinilai puas dengan pelayanan moda transportasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama periode arus mudik Lebaran 2026 mencapai 92,1 persen. Sejumlah kebijakan dari PT KAI bisa memperlancar masyarakat selama periode mudik kemarin.
Survei tersebut dilaksanakan pada 20-21 Maret 2026 dengan melibatkan 536 responden yang diambil dari sejumlah stasiun utama di Pulau Jawa, yakni Stasiun Gambir dan Pasar Senen (Jakarta), Stasiun Tugu dan Lempuyangan (Yogyakarta), Stasiun Bandung dan Kiaracondong (Bandung), Stasiun Tawang dan Poncol (Semarang), serta Stasiun Pasar Turi dan Gubeng (Surabaya). Demikian hasil riset NEXT, unit bisnis riset milik Kantor Berita Antara.
KAI mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 20 hari. KAI melayani lebih dari 4,9 juta perjalanan pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.
Hingga 30 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, pemesanan tiket Angkutan Lebaran untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 4.923.309 tiket, meningkat 25,7 persen dibandingkan realisasi Angkutan Lebaran 2025 sebanyak 3.915.546 pelanggan. Angka ini masih bersifat dinamis dan akan terus bertambah hingga akhir periode angkutan 1 April 2026.
Volume tersebut mencerminkan tingginya mobilitas harian masyarakat, dengan puncak layanan kereta api jarak jauh mencapai 247.025 pelanggan pada H+1 masa Angkutan Lebaran atau 23 Maret 2026 dengan okupansi mencapai 154,1%. Adapun kapasitas yang disediakan pada periode ini mencapai 4.498.696 tempat duduk.
“Perbedaan antara pertumbuhan kapasitas dan pemesanan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api selama Lebaran,” ungkap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin seperti dikutip, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Sementara, hasil riset tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi mudik semakin kuat. "Temuan riset menunjukkan kereta api tidak hanya dipilih karena kenyamanan, tetapi juga karena efisiensi waktu dan tingkat keamanan yang dirasakan masyarakat, khususnya pada periode arus mudik Lebaran," kata
Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan TI Antara Rachmat Hidayat
Dia menambahkan digitalisasi layanan turut berperan penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat. "Dominasi pembelian tiket secara online serta tingginya kepuasan terhadap proses boarding menunjukkan transformasi digital layanan kereta api telah memberikan kemudahan yang signifikan bagi pengguna," kata dia.
Riset tersebut mencatat responden didominasi perempuan sebesar 56 persen dan laki-laki 44 persen. Mayoritas responden berasal dari generasi Z sebesar 66 persen, disusul milenial 18,3 persen, gen Alpha 8,6 persen, dan gen X 6,3 persen.
Berdasarkan pekerjaan, responden terbanyak merupakan pelajar atau mahasiswa sebesar 41,2 persen, disusul pegawai swasta 35,1 persen dan wiraswasta 7,1 persen.
Dari sisi layanan di stasiun, mayoritas responden menilai fasilitas KAI dalam kondisi baik. Kebersihan ruang tunggu dinilai baik oleh 86,6 persen responden, kebersihan toilet 84,3 persen, serta ketanggapan petugas 91,1 persen.
Dalam proses boarding, sebanyak 61,2 persen penumpang masih menggunakan boarding manual, sedangkan 38,8 persen menggunakan face recognition. Tingkat kepuasan terhadap proses boarding mencapai 93,7 persen.
Selain itu, integrasi antarmoda dinilai baik oleh 86 persen responden dan kemudahan akses layanan KAI di perkotaan mencapai 93,7 persen. Pada layanan di dalam kereta, kelas ekonomi menjadi pilihan utama responden sebesar 58 persen, diikuti kelas eksekutif 36,9 persen dan kelas bisnis 4,3 persen.
Responden juga menilai kenyamanan gerbong kereta baik sebesar 88,2 persen, kebersihan ruang kereta 92 persen, serta ketanggapan petugas di dalam kereta 92,6 persen. Sementara kebersihan toilet kereta dinilai baik oleh 79,6 persen responden dan fasilitas kantin atau restoran kereta 86,7 persen.
Dalam hal pembelian tiket, sebanyak 86,6 persen responden membeli tiket melalui layanan online, dengan 82,2 persen responden menilai proses pembelian tiket mudah. Namun demikian, sebanyak 47,7 persen responden menilai harga tiket relatif mahal, sementara 40,9 persen menilai harga tiket berada pada kategori netral.
Riset tersebut juga menunjukkan dampak sosial positif dari penggunaan kereta api. Sebanyak 32,3 persen responden menyebut kereta api membantu menghemat waktu perjalanan, 30,8 persen menilai dapat mengurangi kemacetan, 16 persen merasakan keamanan lebih terjamin, dan 15,5 persen menilai akses perjalanan menjadi lebih mudah.
Selain itu, sebanyak 80,6 persen responden menyatakan komitmen KAI terhadap lingkungan mempengaruhi keputusan mereka menggunakan kereta api, dan 93,3 persen menilai kontribusi KAI dalam mendukung transportasi publik perkotaan sangat baik.
Survei juga mencatat tingkat loyalitas pengguna yang tinggi. Sebanyak 93,9 persen responden menyatakan akan kembali menggunakan kereta api, dan 93,5 persen responden bersedia merekomendasikan KAI kepada kerabat atau orang terdekat.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.