JAKARTA - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana mengungkapkan bahwa peningkatan pesanan sewa private jet atau jet pribadi selama libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2026 M.
Mulanya Suntana merespon pertanyaan awak media terkait dampak sektor penerbangan terhadap perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. “Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya,” kata Suntara di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Kemudian, Suntana pun mengatakan berdasarkan data ada kenaikan sewa private jet selama libur Lebaran kali ini. “Ya karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet, pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini,” katanya.
Sebelumnya, Suntara juga menjelaskan bahwa jumlah penumpang angkutan umum selama masa Lebaran tercatat mencapai 23,54 juta orang. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sekaligus pergeseran preferensi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum di berbagai moda.
“Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor. Jadi pada menggunakannya (transportasi umum),” katanya.
Rinciannya, moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6%, angkutan laut naik 9,86%, dan angkutan udara meningkat 6,97%. Sementara itu, transportasi kereta api mencatat pertumbuhan sebesar 10%. Bahkan, Suntana juga mengatakan bahwa ada lonjakan kenaikan kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi.
“Kami laporkan, terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, Suntara mengatakan bahwa terjadi pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 2,90 juta kendaraan, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi perjalanan didominasi ke arah Jawa Tengah sebesar 51%, Jawa Timur 26,5%, serta 22% menuju wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi, yang juga menjadi tujuan wisata masyarakat.
“Sementara jumlah negara yang keluar dari wilayah Jabodetabek ternyata sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusinya pergerakan dari Jabodetabek yaitu 51% menuju Jawa Tengah, Jawa Timur 26,5 menuju arah barat dan sekitarnya dan 22% menuju arah selatan Kota Bogor, Kota/Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata,” paparnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.