Seiring berkembangnya usaha, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal, mulai dari offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga ekspor. Melalui LinkUMKM, KainIndonesia.co memperoleh akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.
Dalam operasionalnya, usaha ini juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan, serta mengalokasikan sebagian hasil usaha untuk investasi.
Shinta menambahkan bahwa pengembangan usaha akan terus difokuskan pada penguatan identitas berbasis wastra sekaligus memperluas penerimaan pasar terhadap busana bernuansa budaya.
"Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global," ujarnya.
Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas. LinkUMKM menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, dan layanan lainnya salah satunya registrasi NIB, serta didukung lebih dari 840 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.