JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan alasan pemerintah tidak menaikkan tarif batas bawah dan tarif batas atas (TBB/TBA) tiket pesawat meski harga avtur naik sekitar 70 persen.
Menurut Dudy, pemerintah memberikan sejumlah insentif kepada maskapai, termasuk kenaikan fuel surcharge 38 persen untuk semua jenis pesawat, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP), serta pembebasan bea impor 0 persen untuk suku cadang pesawat.
“Kita belum bicara TBA karena dari TBA itu, biaya operasi paling tinggi adalah avtur, perawatan, dan sewa. Jadi komponen yang sangat berpengaruh adalah avtur dan maintenance, sudah difasilitasi pemerintah lewat fuel surcharge dan PPN DTP,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Kamis malam (9/4/2026).
Menhub mengatakan alasan utama pemerintah menahan kenaikan TBA adalah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Penyesuaian harga tiket dilakukan dengan menaikkan fuel surcharge tanpa mengubah TBA.
Selain itu, Menhub menilai dampak perang di Timur Tengah tidak akan berlangsung lama, melihat sentimen Amerika Serikat yang mulai menawarkan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Kondisi ini berpotensi menstabilkan distribusi minyak dan menekan harga minyak dunia.
“Kalau melihat penjelasan itu, kita cukup optimis. Arah perang ini tidak panjang, sudah terlihat dengan adanya gencatan senjata,” kata Menhub Dudy.
“Sehingga pembicaraan TBA kita sepakati tidak kita lakukan, apalagi sekarang low season. Maskapai juga tidak menaikkan harga, agar masyarakat tetap bisa terbang tanpa merepotkan industri penerbangan,” lanjutnya.
Menhub menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat saat ini yang berkisar 13 persen bisa direview ulang dengan mempertimbangkan pergerakan harga avtur dunia di kemudian hari.
“Mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan bisa berakhir. Kita serahkan harga avtur ke pasar, dan sesuai pembicaraan dengan maskapai, kita sepakat menaikkan fuel surcharge menjadi 38 persen,” pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.