JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan sejumlah keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, termasuk perubahan jajaran direksi dan komisaris serta pembagian dividen final senilai Rp1.096 per lembar saham.
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, mengatakan perseroan telah menerima pengunduran diri sejumlah anggota direksi dan komisaris.
“Perseroan telah menerima pengunduran diri Presiden Komisaris, Wakil Presiden Komisaris, Komisaris, Presiden Direktur, dan Direktur Perseroan,” ujar Ari dalam konferensi pers RUPST United Tractors di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Adapun pengunduran diri dilakukan oleh Presiden Komisaris Djony Bunarto Tjondro, Wakil Presiden Komisaris Rudy, Komisaris Benjamin Herrenden, Presiden Direktur Frans Kesuma, serta Direktur Loudy Irwanto Elias dan Iwan Hadiantoro.
Ari menambahkan, RUPST juga menyetujui pengangkatan jajaran direksi dan komisaris yang baru.
Presiden Komisaris: Frans Kesuma
Komisaris Independen: Paulus Bambang Widjanarko
Komisaris Independen: Bruce Malcolm Cox
Komisaris Independen: Ignasius Jonan
Komisaris: Djoko Pranoto Santoso
Komisaris: Rudy
Komisaris: Gita Tiffani Boer
Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Presiden Direktur: Iwan Hadiantoro
Direktur: Idot Supriadi
Direktur: Widjaja Kartika
Direktur: Vilihati Surya
Direktur: Ari Sutrisno
Direktur: Hendra Hutahean
Direktur: Andreas
Dividen Rp1.096 per Saham
UNTR juga menyepakati pembagian dividen final sebesar Rp1.096 per lembar saham dalam RUPST tahun buku 2025. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 18 Mei 2026.
Investor yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham paling lambat 28 April 2026 pukul 16.00 WIB.
Presiden Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, menjelaskan perseroan mengalokasikan Rp5,92 triliun dari laba bersih konsolidasian sebesar Rp14,8 triliun.
Total dividen per saham mencapai Rp1.663, termasuk dividen interim sebesar Rp567 per saham yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025.
“Sehingga sisanya sebesar Rp1.096 per saham akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 28 April 2026 pukul 16.00 WIB,” ujarnya.
Iwan menambahkan, total dividen tunai yang dibayarkan dapat berubah menyesuaikan jumlah saham yang berhak menerima dividen seiring program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berlangsung.
“Jumlah total dividen tunai akan bergantung pada jumlah saham yang berhak menerima dividen berdasarkan Daftar Pemegang Saham pada recording date,” jelasnya.
Sebagai informasi, United Tractors membukukan laba bersih sebesar Rp14,81 triliun pada 2025, menurun dibandingkan 2024 sebesar Rp19,53 triliun. Laba bersih per saham tercatat sebesar Rp3.970,48.
Mengutip laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Jumat (27/2/2026), penurunan laba disebabkan melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan, serta penurunan kinerja segmen batu bara termal dan metalurgi karena harga jual yang lebih rendah.
Sejalan dengan itu, pendapatan bersih konsolidasian UNTR turun 2 persen menjadi Rp131,3 triliun pada 2025, dari Rp134,4 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan terbesar masih berasal dari segmen kontraktor penambangan sebesar Rp54,1 triliun, diikuti mesin konstruksi Rp36,6 triliun, pertambangan batu bara termal dan metalurgi Rp24,2 triliun, serta pertambangan emas dan mineral lainnya Rp14,0 triliun.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.