Dalam diskusi tersebut, para investor juga menyoroti pentingnya perlindungan pasar domestik dari serbuan produk luar negeri agar sektor petrokimia menjadi lebih atraktif bagi modal baru. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan pasokan bahan baku antara sektor energi, seperti bahan bakar kendaraan, dan kebutuhan industri.
Salah satu solusi jangka panjang yang mengemuka adalah diversifikasi bahan baku dengan mengeksplorasi sumber domestik, seperti Crude Palm Oil (CPO) sebagai substitusi nafta. Meski saat ini harganya masih cukup tinggi, opsi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
“Kami harus melihat seluruh potensi sumber daya nasional yang bisa menjadi alternatif bahan baku industri petrokimia, termasuk CPO, meskipun tantangan keekonomiannya masih perlu dihitung secara matang,” tuturnya.
Di tengah persaingan global yang semakin sengit dalam memperebutkan akses bahan baku petrokimia, Menperin memastikan bahwa Kemenperin akan terus mendampingi pelaku usaha agar tetap kompetitif.
“Kemenperin akan terus hadir bersama pelaku industri dalam menjaga ketahanan sektor manufaktur nasional menghadapi dinamika global,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.