Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Huntara di Aceh Dievaluasi, Fasilitas Pejalan Kaki Dibenahi

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |18:04 WIB
Proyek Huntara di Aceh Dievaluasi, Fasilitas Pejalan Kaki Dibenahi
Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Tamiang, Aceh, dilakukan penataan ulang pada fasilitas jalur pedestrian. (Foto: Okezone.com/Nindya Karya)
A
A
A

JAKARTA — Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Tamiang, Aceh, dilakukan penataan ulang pada fasilitas jalur pedestrian. Pasalnya, ditemukan adanya penggunaan yang tidak sesuai peruntukan.

Jalur yang semestinya hanya untuk pejalan kaki itu sebelumnya digunakan oleh kendaraan bermotor, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi struktur bangunan.

Secara teknis, jalur pedestrian tersebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan. Karena itu, dilakukan evaluasi dan perbaikan guna menjaga fungsi serta keamanan fasilitas yang digunakan oleh warga penghuni Huntara. Upaya perbaikan mencakup penguatan struktur dasar dan pengecoran ulang pada bagian yang terdampak.

Project Manager Huntara Tamiang Nindya Karya, Irwan, menjelaskan bahwa sebagai upaya optimalisasi fungsi, telah dilakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Ditemukan jalur pedestrian dimanfaatkan di luar peruntukannya, termasuk oleh kendaraan bermotor.

“Penggunaan yang tidak sesuai ini berpotensi menimbulkan beban berlebih (overload) yang dapat memengaruhi kondisi struktur, termasuk penurunan dan kerusakan pada bagian tertentu. Secara teknis, jalur tersebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Untuk itu, dilakukan langkah penataan dan peningkatan pada jalur pedestrian guna menjaga kualitas struktur serta memastikan kenyamanan pengguna tetap terjaga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan pemeliharaan dan penyempurnaan fasilitas secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas dan keberlanjutan fungsi fasilitas, perbaikan dilakukan melalui penataan ulang pada bagian lorong pedestrian, penguatan struktur dasar dengan penambahan material pendukung, serta pengecoran ulang untuk meningkatkan daya dukung dan memastikan fungsi jalur tetap optimal.

“Di lapangan, kami pastikan perbaikan dapat berjalan cepat dan tepat supaya fasilitas bisa segera digunakan kembali dengan aman. Kami juga terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” jelasnya.

Seluruh proses perbaikan ditargetkan selesai dalam waktu empat hari kerja dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. 

Nindya Karya juga mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement