Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Giant Sea Wall Butuh Biaya Besar dan Libatkan 5 Provinsi

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |15:43 WIB
Proyek Giant Sea Wall Butuh Biaya Besar dan Libatkan 5 Provinsi
Proyek Giant Sea Wall merupakan mega proyek  yang membutuhkan dukungan lintas daerah serta koordinasi banyak kementerian dan lembaga. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan  proyek Giant Sea Wall merupakan mega proyek  yang membutuhkan dukungan lintas daerah serta koordinasi banyak kementerian dan lembaga. Tanggul laut raksasa yang akan membentang sepanjang Pantai Utara (Pantura) itu tidak hanya membutuhkan anggaran besar, tetapi juga kerja sama antarwilayah karena mencakup area yang sangat luas, mulai dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Ini proyek besar, mega proyek, membutuhkan anggaran yang juga tidak sedikit, melibatkan lima provinsi, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim. Dua puluh kabupaten, lima kota. Dan semua itu tentunya perlu kolaborasi termasuk melibatkan belasan bahkan puluhan kementerian dan lembaga, katanya, dijumpai usai melakukan kunjungan ke Inlet Sodetan Kali Ciliwung di kawasan Jatinegara, Kamis (7/5/2026).

AHY mengatakan, proyek Giant Sea Wall juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan politik atau political goodwill menjadi faktor penting untuk memastikan proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

"Dan ini semua membutuhkan political goodwill dan Bapak Presiden sudah menegaskan itu. Kami saat ini terus berupaya untuk mengorkestrasi antar kementerian lembaga, tentunya di depan nanti adalah Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa," lanjutnya.

Pemerintah, kata AHY, tengah menyiapkan skema pembangunan infrastruktur pesisir secara bertahap. Tidak hanya membangun tanggul laut dan tanggul pantai, konsep perlindungan kawasan pesisir juga akan dikombinasikan dengan pendekatan alami atau hybrid engineering seperti rehabilitasi mangrove.

"Dan kami dari sisi infrastruktur juga siap untuk memastikan pembangunan tanggul apakah pantai, apakah tanggul laut, termasuk juga kombinasi hybrid dengan yang sifatnya lebih alami, misalnya dengan mangrove. Ini juga kita lakukan secara bertahap," pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement