Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah

Tangguh Yudha , Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |13:38 WIB
Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah
Kembangkan 53 Kawasan Transmigrasi, AHY Ungkap RI Punya Sumber Daya Alam Melimpah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung program Ekspedisi Patriot yang dijalankan Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi kawasan transmigrasi sekaligus mendorong pembangunan wilayah secara lebih terarah.

AHY mengatakan, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan sumber daya alam yang melimpah, namun belum seluruh potensi tersebut diketahui dan dimanfaatkan secara optimal. Kehadiran tim Ekspedisi Patriot dinilai mampu memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan, termasuk berbagai peluang pengembangan kawasan transmigrasi.

"Indonesia luas dan juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun demikian, belum tentu semuanya mengetahui dan mendaya guna. Oleh karena itu, dengan hadirnya tim ekspedisi patriot, ini memberikan gambaran yang langsung dari lapangan. Bahkan dikatakan kawasan transmigrasi harus menjadi laboratorium," ungkapnya, Minggu (17/5/2026).

AHY bangga melihat semangat generasi muda, khususnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang bersedia meninggalkan zona nyaman untuk tinggal dan bekerja bersama masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Menurut AHY, patriotisme tidak hanya sebatas rasa cinta kepada tanah air, tetapi juga keberanian untuk menghadapi tantangan dan mengubah kesulitan menjadi peluang. Ia menilai peserta Transmigrasi Patriot telah menunjukkan semangat tersebut melalui riset dan pengabdian langsung di lapangan.

AHY menambahkan, hasil penelitian dan masukan dari para peserta sangat bermanfaat bagi pemerintah, termasuk dalam penyusunan kebijakan pembangunan infrastruktur dan penentuan wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

"Bukan hanya untuk Kementerian Transmigrasi, tapi kami yang saat ini mengemban amanah di portfolio infrastruktur dan pembangunan kewilayahan tentu sangat mengapresiasi masukan-masukan langsung tersebut. Karena kita bisa lebih memetakan daerah-daerah yang perlu mendapatkan perhatian termasuk dalam sektor pembangunan infrastrukturnya," ujarnya.

 

Untuk diketahui, pada 2026 ini, Kementerans kembali menjalankan Program Transmigrasi Patriot dengan melibatkan 1.458 peserta yang akan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, program tahun ini difokuskan untuk mendorong pembangunan kawasan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, sejumlah kawasan tambahan juga dipilih karena dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

“Tahun lalu, kami menerjunkan 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi. Sekarang terdapat 1.458 peserta di 53 kawasan. Apa pertimbangannya? Pertama, kami memiliki kewajiban dari Kementerian PPN/Bappenas untuk memprioritaskan 45 kawasan transmigrasi, terutama di Indonesia Timur. Jadi fokus utama kami berada di sana," ungkap Iftitah.

Selain melakukan penelitian, Program Transmigrasi Patriot tahun ini juga akan mencakup kegiatan pengabdian masyarakat. Dukungan yang diberikan meliputi pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan.

"Jika sebelumnya anggaran hanya digunakan untuk penelitian, sekarang kami juga menyediakan dukungan untuk pengabdian masyarakat. Misalnya pembangunan sarana air bersih, jalan, dan jembatan. Jadi tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga ada aksi nyata pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement