Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran MBG Jadi Rp268 Triliun, BGN Pastikan Layanan Tetap Optimal

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |07:26 WIB
Anggaran MBG Jadi Rp268 Triliun, BGN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Kementerian Keuangan dan BGN tetap terjalin harmonis guna menjamin keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Okezone.com/Kementerian UMKM)
A
A
A

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara melalui skema belanja yang lebih efisien dan tepat sasaran. BGN juga menghormati serta mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara.

"Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, Kamis (28/5/2026).

Nanik menjelaskan bahwa pola koordinasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN tetap terjalin harmonis guna menjamin keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk BGN ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk membiayai operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga 24 Mei 2026, program MBG dilaporkan telah menjangkau sedikitnya 62,4 juta penerima manfaat melalui dukungan 29.225 SPPG di berbagai daerah. Pemerintah juga memastikan program tersebut tetap berjalan optimal meskipun terdapat penyesuaian efisiensi pada sejumlah pos operasional.

Menurut Nanik, langkah efisiensi anggaran tersebut justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima bantuan.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tutur Nanik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan efisiensi tersebut menjadi strategi penataan ulang manajemen belanja program agar lebih tepat sasaran.

Purbaya menjelaskan pagu anggaran MBG untuk tahun ini disesuaikan menjadi Rp268 triliun untuk sementara waktu. Angka tersebut turun dari target alokasi awal yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp335 triliun.

"Rp268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung," kata Purbaya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement