JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS saat ini belum memberikan dampak terhadap perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat. Tercatat, nilai tukar Rupiah melemah nyaris Rp17.900 per dolar AS.
Purbaya menilai menilai ketika ekonomi suatu negara tengah menguat, maka mata uang negara tersebut juga nantinya akan menguat. Menurutnya kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi domestik, sehingga akan menciptakan pertumbuhan di jangka menengah hingga panjang.
"Jadi, prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan Rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Purbaya mengatakan, optimisme bahwa Rupiah bakal kembali menguat juga berdasar pada wacana berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, dalam kurun waktu 3 bulan ekonomi Indonesia akan mulai menunjukan perbaikan.
"Berita mengatakan bahwa AS dan Iran serta Israel hampir mencapai kesepakatan. Jadi, prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik. Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang, artinya gangguan yang sampai batas tertentu melemahkan rupiah juga akan hilang," tambahnya.
Purbaya mengaku Pemerintah sudah memiliki perhitungan terkait pelemahan nilai tukar yang belakangan terjadi. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026 dinilai telah didesain untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar.
"Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang," kata Purbaya.
"Dan dalam jangka pendek, kami mencoba mendukung bank sentral dengan juga melakukan intervensi di pasar obligasi untuk memastikan bahwa imbal hasil tidak meningkat terlalu signifikan," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.