Selain itu, pemerintah juga menutup sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus merugi, dengan jumlah mencapai sekitar 240 BUMN.
4. Prabowo Soroti Anomali Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Prabowo juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diklaim stabil di kisaran 5 persen per tahun, namun dinilai tidak sejalan dengan kondisi sosial masyarakat.
Menurutnya, secara logika, pertumbuhan tersebut seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Tapi kenyataannya, setelah 7 tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah? Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah?” ujarnya.
5. Rakyat Miskin Bertambah, Kelas Menengah Menyusut
Prabowo menyebut terdapat ketidaksesuaian antara data pertumbuhan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat, di mana jumlah penduduk miskin justru bertambah dan kelas menengah mengalami penyusutan.