Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir Hadapi Ancaman Banjir Rob dan Perubahan Iklim

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |09:19 WIB
Jakarta Perkuat Ketahanan Pesisir Hadapi Ancaman Banjir Rob dan Perubahan Iklim
– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya menjaga ketahanan wilayah pesisir di tengah tingginya risiko banjir rob. (Foto: Okezone.com/PU)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya menjaga ketahanan wilayah pesisir di tengah tingginya risiko banjir rob, abrasi, serta dampak perubahan iklim. Salah satu langkah yang dilakukan menjaga keberlanjutan kawasan konservasi mangrove di pesisir utara Jakarta. 

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah Jakarta, Morris Danny, pelestarian kawasan konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

"Retribusi daerah memiliki peran dalam membiayai berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, kebersihan, fasilitas umum, serta pengelolaan kawasan wisata dan konservasi," ujar Morris, Selasa (30/6/2026).

Salah satu kawasan konservasi yang memiliki fungsi tersebut adalah Hutan Lindung Mangrove Angke di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Kawasan seluas sekitar 44,76 hektare itu menjadi salah satu penyangga ekosistem pesisir Jakarta.

Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, kawasan tersebut memiliki peran ekologis dalam membantu mengurangi abrasi, erosi, pencemaran laut, hingga dampak kenaikan permukaan air laut yang menjadi tantangan bagi wilayah pesisir ibu kota.

Kawasan konservasi ini juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Terdapat sedikitnya 15 jenis tanaman mangrove yang tumbuh di area tersebut, serta berbagai satwa seperti burung belibis, bangau abu, cekakak sungai, elang laut perut putih, elang tiram, biawak air, raja udang biru, dan satwa pesisir lainnya.

Menurut Morris, keberadaan kawasan konservasi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penerimaan retribusi daerah. Tiket masuk yang dibayarkan pengunjung menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

"Dalam konteks Hutan Lindung Mangrove Angke, retribusi yang terkumpul juga dapat mendukung pemeliharaan, rehabilitasi, dan pelestarian kawasan. Setiap kunjungan yang dilakukan secara bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove di Jakarta," katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan konservasi melalui langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kawasan, mematuhi aturan yang berlaku, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Jakarta sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan konservasi di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement