Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Pameran Puspa Nuswantara 2026

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 10 Juli 2026 |16:18 WIB
BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Pameran Puspa Nuswantara 2026
BNI bawa Mitra Binaan batik ke Puspa Nuswantara 2026. (Foto: dok BNI)
A
A
A

Okki menjelaskan, Batik Kampoeng Laweyan dipilih karena merupakan salah satu pelopor industri eco-batik. Pelaku usaha ini telah beralih menggunakan malam atau lilin berbahan dasar minyak sawit dalam proses produksinya.

Inovasi tersebut didukung oleh CECT Universitas Trisakti dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penggunaan malam berbahan dasar minyak sawit menjadi alternatif bagi lilin kimia konvensional sehingga proses produksi batik dapat lebih aman, bersih, dan ramah lingkungan.

Selain Kampoeng Laweyan, BNI juga menghadirkan Batik Kalimasada dari Purwantoro, Wonogiri. Batik ini memiliki karakteristik khas berupa motif “remukan” atau retakan pada malam dengan warna dasar kuning kecokelatan atau sogan.

Untuk melengkapi ragam produk kriya Nusantara, BNI turut menghadirkan Borneo Queen, UMKM asal Palangkaraya yang memproduksi perhiasan berbasis batu khas Kalimantan dan pelat kuningan. Produk yang ditampilkan mencakup bros, kalung, cincin, dan aksesori lain dengan inspirasi bentuk flora serta fauna Kalimantan.

Beragam koleksi batik dan perhiasan karya perajin lokal tersebut dapat dijumpai pengunjung di booth UMKM BNI selama penyelenggaraan Puspa Nuswantara 2026.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement