JAKARTA - Apakah emas batangan 100 Persen emas murni? Ini faktanya.
Emas batangan tidak selalu memiliki kadar kemurnian 100 persen. Meski sering disebut sebagai emas murni, produk emas batangan yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar kemurnian 99,9 persen hingga 99,99 persen.
Dalam standar industri, angka tersebut sudah dikategorikan sebagai emas dengan tingkat kemurnian sangat tinggi.
Kemurnian emas diukur menggunakan skala millesimal fineness, yaitu jumlah kandungan emas murni dalam setiap 1.000 bagian logam berdasarkan berat. Emas dengan kadar 99,9 persen biasanya memiliki tanda 999 atau 0.999 dan dikenal sebagai emas 24 karat.
Secara teknis, emas dengan tingkat kemurnian 100 persen hampir tidak ditemukan dalam perdagangan karena proses pemurnian logam selalu menyisakan unsur lain dalam jumlah sangat kecil. Standar emas murni yang umum digunakan secara internasional mengacu pada kadar sekitar 999,9 atau 99,99 persen.
Standar tersebut juga digunakan oleh London Bullion Market Association (LBMA), lembaga yang menetapkan standar perdagangan emas batangan dunia. Melalui standar "Good Delivery", LBMA menentukan kriteria emas batangan yang dapat diperdagangkan di pasar global, termasuk aspek kadar kemurnian, berat, dan kualitas produksi.
Di Indonesia, standar emas murni mengacu pada ketentuan SNI 8880:2020. Dalam standar tersebut, emas dengan kategori murni umumnya memiliki kadar sekitar 99,99 persen, sementara emas 24 karat berada pada kisaran 99,90 persen hingga 99,98 persen.
Tingginya kandungan emas membuat emas murni memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan emas campuran. Emas murni bersifat lunak dan mudah dibentuk sehingga kurang ideal digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.
Untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan, emas perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak, tembaga, atau logam tambahan lainnya. Campuran tersebut membuat kadar emas menjadi lebih rendah dibandingkan emas batangan murni.
Karakteristik Emas Murni
Emas murni memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari emas campuran. Berikut beberapa karakteristik utama:
1. Kandungan emas sangat tinggi
Emas murni memiliki kadar sekitar 99,9 persen atau lebih. Artinya, hampir seluruh bagian logam tersebut terdiri dari emas dengan sedikit sekali campuran logam lain.
2. Memiliki tanda 24 karat atau 999
Produk emas batangan biasanya dilengkapi tanda kadar seperti 999 atau 999,9 yang menunjukkan tingkat kemurniannya. Tanda tersebut umumnya tercantum bersama logo produsen, berat emas, dan nomor seri.
3. Memiliki warna kuning alami
Karena kandungan emasnya sangat tinggi, emas murni memiliki warna kuning yang stabil dan tidak mudah berubah. Sementara itu, emas dengan campuran logam tertentu dapat mengalami perubahan warna akibat reaksi dengan lingkungan.
4. Tidak tertarik magnet
Emas murni tidak memiliki sifat magnetis. Salah satu cara sederhana untuk melakukan pengecekan awal adalah menggunakan magnet. Jika logam tertarik magnet, terdapat kemungkinan kandungan logam lain di dalamnya.
5. Bersifat lunak
Emas murni lebih lunak dibandingkan emas campuran sehingga mudah tergores atau berubah bentuk jika terkena tekanan. Karakteristik ini membuat emas 24 karat lebih banyak digunakan sebagai instrumen investasi dibandingkan perhiasan harian.
6. Dilengkapi sertifikat resmi
Emas batangan investasi umumnya disertai sertifikat yang memuat informasi berat, kadar kemurnian, produsen, dan nomor seri. Sertifikat tersebut menjadi salah satu faktor penting saat emas akan dijual kembali.
Perbedaan Emas Murni dan Emas Berstandar LBMA
Meski sama-sama memiliki kadar kemurnian tinggi, emas murni biasa dan emas yang memenuhi standar LBMA memiliki sejumlah perbedaan, terutama dari sisi sertifikasi, penerimaan pasar, dan standar produksi.
1. Standar kualitas
Emas murni umumnya dinilai berdasarkan kadar kandungan emas, seperti 24 karat atau 999,9.
Sementara itu, emas berstandar LBMA harus memenuhi persyaratan yang lebih ketat, mulai dari proses pemurnian, produksi, ukuran batangan, hingga tata kelola produsen.
2. Sertifikasi
Emas murni yang beredar di pasar domestik biasanya memiliki sertifikat dari produsen atau lembaga nasional.
Adapun emas berstandar LBMA harus berasal dari perusahaan pemurnian yang telah terdaftar dan memenuhi standar Good Delivery LBMA sehingga diakui dalam perdagangan internasional.
3. Penerimaan pasar
Emas murni biasa belum tentu dapat langsung diperdagangkan di pasar internasional karena harus melalui proses verifikasi tambahan.
Sebaliknya, emas yang memenuhi standar LBMA lebih mudah diterima dalam transaksi global karena kualitas dan asal produksinya telah diakui.
4. Produk yang beredar
Emas murni dapat ditemukan dalam berbagai bentuk batangan dari produsen lokal maupun nasional.
Sementara itu, emas berstandar LBMA berasal dari produsen yang telah mendapat pengakuan internasional, seperti Antam Logam Mulia, Perth Mint, Credit Suisse, dan Valcambi.
5. Acuan harga
Harga emas murni di pasar domestik umumnya mengikuti harga emas yang berlaku di Indonesia.
Sementara emas berstandar LBMA menggunakan acuan harga emas dunia, seperti harga emas London (London Spot Price), sehingga lebih mengikuti pergerakan pasar global.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.