Dalam jangka panjang, Kemenhub menilai keberlanjutan layanan angkutan perintis membutuhkan dukungan pendanaan yang lebih kuat.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas armada, pengembangan infrastruktur pelabuhan, integrasi sistem logistik nasional, serta penguatan konektivitas antarmoda agar layanan semakin efisien.
Dudy mengatakan subsidi angkutan perintis merupakan instrumen penting pemerintah untuk menjamin pelayanan dasar transportasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengoperasikan 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, enam trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport. Seluruh layanan tersebut berperan menjaga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di daerah yang belum terlayani transportasi komersial secara memadai.
Usulan tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya penghentian layanan sehingga konektivitas antarpulau dan distribusi kebutuhan pokok tetap terjaga hingga akhir tahun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.