Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala BGN Sudaryono Ungkap Alasan TNI-Polri Dilibatkan dalam Program MBG

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2026 |20:45 WIB
Kepala BGN Sudaryono Ungkap Alasan TNI-Polri Dilibatkan dalam Program MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menekankan pentingnya keterlibatan TNI dan Polri dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menekankan pentingnya keterlibatan TNI dan Polri dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia membandingkan peran krusial aparat dengan pengalaman distribusi sarana produksi di sektor pertanian.

"Intinya sama seperti di Kementerian Pertanian yang saya hadapi. Saat membagi 70 ribu pompa di musim kemarau tahun 2024, kita bagi lewat TNI dan Polri karena tidak ada anggaran untuk biaya distribusinya," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor BGN, Rabu (22/7/2026).

Sudaryono mengungkapkan pelibatan TNI dan Polri menjadi solusi paling realistis dalam mengatasi keterbatasan anggaran operasional distribusi di lapangan. Kebijakan ini, menurutnya, dilakukan untuk memastikan pemenuhan gizi dapat menjangkau sasaran secara efisien dan tepat waktu.

"Kemarin ada mahasiswa tanya ke saya, ya sudah tentara sama polisinya tidak usah bantu. Lalu saya panggil mahasiswa tanpa gaji (untuk membantu program MBG). Mau tidak? Tidak mau (kata mahasiswa). Intinya adalah bagaimana semua pihak bergerak agar program ini terlaksana dengan baik dan sasarannya jelas, yaitu anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan aman," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, sektor pertahanan dan keamanan memiliki struktur komando serta jaringan logistik hingga ke tingkat desa sehingga dinilai sangat efektif membantu percepatan distribusi pangan bergizi di wilayah pelosok.

Selain memenuhi kecukupan gizi anak-anak, Sudaryono menitikberatkan bahwa pelaksanaan program MBG juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian di tingkat daerah. Pelibatan rantai pasok lokal tetap mengedepankan prinsip yang ketat guna menjaga kualitas dan mutu pasokan pangan.

"Program ini berdampak kepada ekonomi lokal dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak. Syarat utamanya, semua bahan makanan harus benar dan memenuhi standar keamanan," kata Sudaryono.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement