JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih laba bersih senilai Rp28,5 triliun hingga Juni 2026. Raihan itu meningkat 25 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo mengatakan bahwa semester I 2026, profitabilitas perseroan tetap berada pada level yang sangat sehat, dengan Return on Equity (ROE) di posisi 24,3 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10 persen.
“Seluruh pencapaian tersebut dibangun di atas fondasi manajemen risiko yang kuat,” ujar Totok dalam Paparan Kinerja Kuartal II/2026 secara virtual, Kamis (23/7/2026).
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.591 triliun, tumbuh 19,9 persen YoY atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industri perbankan.
Perseroan juga mampu menjaga kualitas aset dengan baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang membaik ke level 0,98 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,08 persen.
Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BMRI mencapai Rp1.710,03 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 17,1 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.459,87 triliun.
Melihat indikator keuangan lainnya, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri mengalami penyusutan dari 4,63 persen menjadi 4,37 persen.
Kendati demikian, efisiensi perseroan membaik yang ditunjukkan oleh penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dari 63,8 persen pada semester I 2025 menjadi 57,6 persen pada semester I 2026.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.