Menurut Hokkop, peningkatan volume pasokan harus dibarengi dengan penguatan ekosistem biomassa secara menyeluruh. Tantangan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kapasitas pengolahan, standardisasi kualitas, penyimpanan, serta sistem distribusi yang efisien.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN EPI mengembangkan model Spoke–Hub, yang mengintegrasikan titik pengumpulan bahan baku (sub hub), fasilitas produksi (hub), hingga main hub sebagai pusat pengolahan, pencampuran, penyimpanan, dan pengendalian mutu biomassa sebelum didistribusikan ke pembangkit.
Model tersebut juga diperkuat melalui Marketplace Biomassa, platform digital yang menghubungkan pemasok dengan kebutuhan biomassa di setiap pembangkit.
Saat ini PLN EPI telah mengoperasikan fasilitas pengolahan biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis dengan kapasitas masing-masing 10 ton per jam. Ke depan, perusahaan juga akan memperluas jaringan hub biomassa di Lebak, Lamongan, Blora, Cilegon, hingga Suralaya sebagai bagian dari penguatan rantai pasok biomassa nasional.
Hingga 2028, PLN EPI menargetkan pembangunan 15 Main Hub/Hub Biomassa di berbagai wilayah Indonesia melalui investasi perusahaan maupun kolaborasi dengan mitra strategis.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjamin kualitas dan kontinuitas pasokan, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik biomassa bagi pembangkit listrik di seluruh Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.