MAGELANG – Setiap musim kemarau, Alfredo Nicholas Saputra Kolin, warga Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, selalu dihantui kegelisahan akan ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selama ini, Alfredo bersama warga lainnya bergantung pada air hujan yang ditampung saat musim penghujan atau mengambil air dari Sungai Klasafet yang letaknya cukup jauh dari permukiman. Namun, saat curah hujan menurun, persediaan air cepat habis, sementara air sungai kerap berwarna keruh dan tidak selalu layak digunakan. Dalam kondisi seperti itu, setiap tetes air menjadi sangat berharga. Warga harus menghemat penggunaannya untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan minum.
Tapi kini keadaan itu berubah. Air bersih yang dahulu sulit diperoleh kini mengalir lebih mudah ke permukiman warga. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengurangi beban masyarakat yang selama bertahun-tahun harus bergantung pada hujan atau air sungai yang kualitasnya tidak menentu.
Di balik perubahan itu, Alfredo berdiri sebagai salah satu local hero Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Dia menjadi sosok yang memastikan solusi tersebut terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap hari, Alfredo memeriksa kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWp agar tetap beroperasi optimal sehingga sistem Solar Water Treatment dapat menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi warga Kampung Posa.
"Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Alfredo.