JAKARTA - Kapal Pertamina telah tiba dan berlabuh di Tanah Air setelah berhasil melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli lalu dan tiba dengan selamat di perairan Cilacap pada 24 Juli.
Kru kapal VLCC Pertamina Pride dan kapal Gamsunoro yang lebih dahulu sukses melintasi Selat Hormuz pada 25 Juni menceritakan pengalaman mereka saat melewati salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus berisiko di dunia tersebut setelah berbulan-bulan berada di kawasan Teluk Arab.
Bagi para pelaut, ombak besar, angin kencang, dan cuaca ekstrem merupakan bagian dari keseharian. Namun, kali ini tantangan yang mereka hadapi berbeda. Konflik geopolitik di kawasan membuat setiap keputusan navigasi harus diambil dengan penuh kehati-hatian.
Third Officer Kapal Gamsunoro, Daryl Josua Makaminang, mengaku situasi perang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh awak kapal. Gamsunoro melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan US Navy. Bahkan, sehari setelah kapal tersebut berhasil melintas, terjadi serangan terhadap kapal lain di kawasan tersebut.
"Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat," ujarnya, Kamis (6/8/2026).