Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transisi Energi dan Geopolitik Ubah Peta Pasar LNG

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |18:06 WIB
Transisi Energi dan Geopolitik Ubah Peta Pasar LNG
Transisi Energi dan Geopolitik Ubah Peta Pasar LNG (Foto: Ilustrasi Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Peta perdagangan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dunia tengah memasuki babak baru. Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, ancaman gangguan rantai pasok, hingga percepatan transisi energi global membuat pasar LNG semakin dinamis dan penuh ketidakpastian. 

Kondisi ini mendorong PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu membaca arah pasar dan merumuskan strategi penyediaan energi primer yang adaptif.

"Dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia," kata 
Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights  Johan Utama dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan. 

Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang signifikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Sementara itu, Plh Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan bahwa isu energi saat ini telah berkembang jauh melampaui persoalan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. 

Menurutnya, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, percepatan transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut perusahaan memiliki kemampuan membaca arah pasar secara lebih adaptif dan strategis.

"Hari ini kita memahami bahwa isu energi bukan lagi sekadar persoalan supply dan demand. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut kita untuk lebih adaptif, strategis, dan memiliki kemampuan membaca arah pasar dengan lebih baik," ujar Rakhmad

Dia menambahkan, sebagai subholding yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI perlu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memahami respons pasar terhadap perubahan global.

"Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan. Saya berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum _sharing knowledge, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis kita sebagai insan PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks," tambah Rakhmad.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement