Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil Ungkap Penyebab Industri Pilih Vietnam, Harga Tanah Hanya Rp600 Ribu per Meter

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |22:10 WIB
Bahlil Ungkap Penyebab Industri Pilih Vietnam, Harga Tanah Hanya Rp600 Ribu per Meter
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu penyebab alasan industri manufaktur lebih memilih Vietnam ketimbang Indonesia lantaran perbedaan harga tanah yang jauh lebih murah di negara tersebut.

Bahlil mengatakan, harga tanah di Vietnam khususnya di kawasan industri mereka, hanya Rp600 ribu per meter, sementara di Indonesia harga tanahnya Rp2 juta per meter. Hal ini yang membuat perusahaan lebih pilih Vietnam sebagai destinasi investasi ketimbang RI.

"Ternyata harga tanah di Vietnam kawasan industrinya hanya Rp600.000, dan di Indonesia itu sampai dengan Rp2 juta," ujar Bahlil dalam acara peluncuran dan bedah buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Pada kesempatan itu Bahlil menjelaskan, pada rentang tahun 2016-2017 terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan hengkang dari China, dan mencari negara lain di kawasan untuk memindahkan basis produksinya.

Bahkan dikatakan Bahlil, dari 32 perusahaan tercatat hengkang dari China, tidak ada satupun yang pindah ke Indonesia. Mayoritas perusahaan yang hengkang beralih ke Vietnam, dan beberapa negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Para perusahaan menimbang biaya produksi yang paling efisien, salah satunya mempertimbangkan biaya pembebasan lahan.

"Bapak Presiden, dulu pada saat tahun 2016-2017 terjadi perang dagang antara China dan Amerika. Ada 32 perusahaan yang hengkang dari China ke Vietnam, Indonesia tidak dapat kebagian," tambah Bahlil.

 

Berangkat dari persoalan tersebut, Bahlil mengatakan, Pemerintah akhirnya mengambil keputusan untuk membangun Kawasan Industri Terpadu Batang. Kawasan industri ini diharapkan mampu menjadi magnet investasi dengan memberikan kemudahan berusaha melalui skema insentif fiskal, maupun harga lahan yang kompetitif dengan negara tetangga.

"Jadi ini yang sudah dilakukan. Dan itu kita lakukan konsepnya, master plan-nya semuanya dilakukan oleh teman-teman Kementerian Investasi. Bukan saya yang hebat, tapi tim Kementerian Investasi yang hebat," pungkas Bahlil.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement