Perusahaan juga menegaskan bahwa layanan pelanggan resmi tidak meminta pengguna memberikan informasi rahasia, seperti PIN transaksi, kode OTP, kata sandi akun, kode verifikasi, akses login, maupun data keamanan lainnya.
Selain itu, pengguna diminta tidak melakukan transfer dana ke rekening pribadi atas permintaan pihak yang mengaku sebagai layanan pelanggan. Permintaan terhadap data sensitif maupun pengalihan dana disebut sebagai indikasi yang perlu diwaspadai.
Dalam upaya penanganan masalah tersebut, Orderkuota menyatakan tengah melakukan pemantauan terhadap akun, nomor telepon, dan tautan di internet yang menggunakan nama perusahaan tanpa izin. Perusahaan juga melakukan pelaporan kepada pengelola platform digital terkait serta kanal pemerintah yang menangani laporan konten digital bermasalah.
Aprillya mengimbau pengguna untuk melakukan verifikasi informasi melalui aplikasi resmi sebelum mempercayai layanan bantuan yang ditemukan dari sumber lain.
“Kami mengimbau seluruh pengguna dan mitra untuk selalu melakukan verifikasi mandiri melalui aplikasi sebelum mempercayai informasi bantuan dari luar,” ujar Aprillya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.