Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saling Sanjung Menteri Nomor 1, Purbaya-Bahlil Bahas Nasib Pertalite  

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |16:46 WIB
Saling Sanjung Menteri Nomor 1, Purbaya-Bahlil Bahas Nasib Pertalite  
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta. Suasana akrab mewarnai rapat koordinasi kedua menteri yang sebelumnya sempat saling melempar pujian di hadapan awak media terkait capaian kinerja masing-masing.

Momen menarik terjadi ketika Bahlil mengarahkan pertanyaan wartawan langsung kepada Purbaya dengan sebutan "Menteri nomor 1".

"Langsung kepada, gini, kalian tanya kepada Menteri yang kinerjanya nomor 1, Pak Menteri Keuangan," puji Bahlil sambil tersenyum, Selasa (11/8/2026).

Merespons candaan tersebut, Purbaya menepisnya secara santai dan justru menunjuk Bahlil sebagai menteri berprestasi yang berhasil menyumbang penerimaan negara melampaui target.

"Itu kan kata orang, belum tentu betulan. Yang nomor 1 betulan kan ini (tunjuk Bahlil) menghasilkan PNBP yang di atas target APBN selama ini," balas Purbaya.

Di luar obrolan santai tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan membahas persiapan teknis dan pola implementasi pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan atas (desil 9 dan 10).

"Mau tanya apa? Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang khawatir 9-10, supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap. Sekarang kita lihat sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina, sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," kata Purbaya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberlakuan kebijakan baru ini mulai Januari mendatang, Purbaya menegaskan pihaknya belum menetapkan tanggal pasti. Fokus pemerintah saat ini adalah menyempurnakan kesiapan sistem dan memperhitungkan berbagai masukan teknis.

Bahlil menegaskan bahwa langkah koordinasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar alokasi subsidi energi senilai ratusan triliun rupiah dapat disalurkan secara tepat sasaran.

"Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden. Nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri. Seperti itu," ungkap Bahlil.

Candaan "Menteri Nomor 1" antara kedua pejabat tersebut mengacu pada rilis hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli–3 Agustus 2026, yang menempatkan Purbaya dan Bahlil di jajaran teratas menteri berkinerja terbaik:

Menteri Keuangan – Purbaya Yudhi Sadewa (42,8 persen)
Sekretaris Kabinet – Teddy Indra Wijaya (33,5 persen)
Menteri ESDM – Bahlil Lahadalia (32,0 persen)
Menteri Pertanian – Andi Amran Sulaiman (30,9 persen)
Menteri Koordinator Bidang Pangan – Zulkifli Hasan (26,5 persen)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan – Agus Harimurti Yudhoyono (25,3 persen)

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement