Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amran Tawarkan Tiara Devi Jabatan di Kementan Usai Dicopot dari KPPG, Gaji Lebih Besar

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |13:36 WIB
Amran Tawarkan Tiara Devi Jabatan di Kementan Usai Dicopot dari KPPG, Gaji Lebih Besar
Amran Tawarkan Tiara Devi Jabatan di Kementan Usai Dicopot dari KPPG, Gaji Lebih Besar (Foto: Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menawarkan Koordinator Wilayah (Konwil) Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Tiara Devi untuk berdinas di Kementerian Pertanian (Kementan).

Tawaran tersebut disampaikan setelah Tiara dicopot dari jabatannya akibat minimnya penyerapan telur peternak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Surabaya.

Amran mengatakan, pencopotan Tiara bukan dilakukan oleh Kementan, melainkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dia mengaku awalnya menyetujui keputusan tersebut setelah mendapat informasi mengenai pemberhentian Tiara.

"Kami kan tidak kenal, tapi yang menentukan dia berhentikan adalah Badan Gizi Nasional, BGN, kepala BGN. Nah mereka, Pak Menteri, kita berhentikan. Oh ya, kami setuju," jelas Amran dijumpai di di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan (13/8/2026).

Namun, setelah mengetahui bahwa Tiara sedang hamil muda, Amran mengaku merasa prihatin dan kemudian menawarkan posisi lain di lingkungan Kementan. Bahkan, menurutnya, posisi yang ditawarkan memberikan gaji dan tunjangan kinerja yang lebih tinggi.

"Kamu berkantor di Kementerian (Pertanian) bagian administrasi, jabatannya sama, gajinya bisa lebih tinggi, tukinnya. Kami tawarkan di sini," tutur Amran.

 

Amran menegaskan tawaran tersebut bukan bentuk hukuman ataupun upaya untuk mendiskriminasi Tiara karena berstatus sebagai perempuan. Dia menyebut posisi yang ditawarkan justru dapat menjadi bentuk promosi.

"Jadi bukan dihukum, tetapi, nah saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ membuktikan bahwa saya tidak ada diskriminasi, kami mau di sini berkantor. Dengan jabatan sama, bahkan promosi," jelasnya.

Sementara itu, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyatakan tidak menemukan unsur diskriminasi terhadap perempuan dalam kasus pencopotan Tiara Devi.

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfa mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Amran terkait persoalan tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi, Komnas Perempuan menilai persoalan itu telah selesai.

"Hari ini kami sudah mengkonfirmasi, mengklarifikasi terkait dengan penyataan beliau dan alhamdulillah clear, sudah tidak ada lagi yang perlu kita perdebatkan," kata Maria.

Maria menjelaskan, Komnas Perempuan juga melihat Kementerian Pertanian telah mengadopsi prinsip pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Hal tersebut menjadi salah satu acuan Komnas Perempuan dalam melihat ada atau tidaknya ketimpangan gender di lembaga negara, termasuk dalam program maupun pelaksanaannya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement