Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Naikkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah, Stop Belanja Barang Sendiri-Sendiri!

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |16:18 WIB
Prabowo Naikkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah, Stop Belanja Barang Sendiri-Sendiri!
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan meningkatkan kelembagaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi Badan Pengadaan. (Foto: Okezone.com/Aldi Chandra)
A
A
A

“Kebutuhan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah akan dihimpun. Spesifikasi akan distandardisasi. Volume akan disatukan. Proses pengadaan pemerintah akan dilakukan secara digital, serta semakin transparan, kompetitif, dan akuntabel,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, pengadaan barang dan jasa pemerintah ke depan harus dilakukan secara bersama apabila barang dan kebutuhannya sama. Dengan cara tersebut, pemerintah dapat memperoleh harga dan kualitas barang yang lebih baik sekaligus meningkatkan efisiensi belanja negara.

“Jika barangnya sama, kita beli bersama. Jika kebutuhannya dapat direncanakan, kita rencanakan bersama. Jika negara dapat memperoleh harga dan mutu yang lebih baik dengan bekerja sama, tidak ada alasan untuk masing-masing institusi tetap melakukan pengadaan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Prabowo menekankan, efisiensi anggaran bukan sekadar menghemat belanja negara. Dana yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap rupiah yang berhasil kita hemat adalah ruang kelas tambahan yang dapat diperbaiki, Puskesmas tambahan yang dapat direnovasi, rumah sakit tambahan yang dapat dibangun, dan kehidupan rakyat yang dapat ditingkatkan,” tutur Prabowo.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement