"Transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar 12,0 miliar dolar AS pada triwulan II-2026 setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit 4,8 miliar dolar AS," urai Denny.
"Investasi langsung mencatat surplus lebih tinggi dipengaruhi terjaganya persepsi positif investor terhadap iklim investasi domestik, sementara investasi portofolio meningkat seiring dengan kenaikan imbal hasil instrumen keuangan domestik dan investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah," jelas Denny.
Memasuki paruh kedua 2026, Bank Indonesia memproyeksikan kinerja NPI akan tetap solid dalam menopang ketahanan eksternal. Defisit transaksi berjalan diprakirakan kembali menyusut seiring dengan membaiknya prospek ekspor komoditas unggulan nasional di pasar global serta berkurangnya beban tarif perdagangan internasional menyusul penurunan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).
Bank sentral memproyeksikan struktur neraca eksternal Indonesia akan semakin kokoh dengan berlanjutnya arus masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Penguatan bauran instrumen moneter bersama stimulus fiskal pemerintah disiapkan untuk memitigasi potensi rambatan gejolak eksternal.
"Ke depan, prospek NPI diprakirakan tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal, didukung defisit transaksi berjalan yang lebih rendah sejalan dengan perbaikan ekspor, kenaikan harga komoditas global, dan dampak positif penurunan tarif resiprokal AS. Selain itu, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus diperkuat untuk menopang kinerja NPI 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," urai Denny.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.