JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini. Sebelumnya, indeks saham berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1,93 persen ke level 6.525,69 pada periode perdagangan 18–21 Agustus 2026.
Kenaikan indikator utama bursa tersebut diiringi lonjakan rata-rata volume transaksi harian sebesar 47,90 persen menjadi 50,30 miliar saham serta pembalikan aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp548,6 miliar.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menyampaikan bahwa secara teknikal, tren jangka pendek IHSG masih terjaga positif karena posisinya berada di atas indikator MA5 hingga MA100.
"Kami melihat IHSG berpeluang mengalami konsolidasi atau koreksi sehat terlebih dahulu dengan area 6.429–6.475 sebagai area support penting. Selama mampu bertahan di atas area tersebut, tren penguatan masih berpeluang berlanjut dengan target berikutnya di area 6.628–6.666, sekaligus menguji area gap," kata Brigita dalam risetnya, Senin (24/8/2026).
Namun, mengingat reli kenaikan yang tergolong pesat, pasar perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking).
"Kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan berbaliknya arus dana asing menjadi katalis yang memperkuat momentum IHSG memasuki pekan berikutnya," tegas Brigita.