Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |15:46 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Namun, Iran telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melintasi selat tersebut menyusul permintaan berulang kali dari Baghdad, demikian dilaporkan kantor berita negara Iran, IRNA, pada hari Sabtu.

Aktivitas bisnis di sektor jasa AS tercatat solid. Indeks PMI Jasa S&P Global AS bulan Agustus melampaui perkiraan angka 54 dengan mencapai 56,8 yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2024, dan jauh melampaui angka 54,6 pada bulan sebelumnya. 

Namun PMI Manufaktur melambat dari 53,9 menjadi 53,2, yang merupakan level terendah dalam lima bulan. Di sisi lain, kekhawatiran akan inflasi akibat harga energi di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dapat memicu kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam beberapa bulan mendatang.

Dari sentimen dalam negeri, Pasar merespon negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada kuartal II 2026 menjadi USD12,5 miliar atau 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan defisit pada triwulan sebelumnya yang tercatat USD3,6 miliar atau 1 persen PDB. Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diprakirakan bersifat temporer. Salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia.

Walaupun, transaksi berjalan mengalami pelebaran defisit, kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan tetap terjaga. Pada kuartal II 2026, NPI mencatat defisit USD900 juta, jauh lebih rendah dibandingkan defisit USD9,1 miliar pada kuartal I 2026. 

Perbaikan tersebut ditopang transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus USD12 miliar, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit USD4,8 miliar.

Serta posisi cadangan devisa Indonesia tetap terjaga. Pada akhir Juni 2026, cadangan devisa tercatat sebesar USD145,6 miliar. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Ke depan, BI memperkirakan prospek NPI tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal Indonesia.

Namun, Para analis memperingatkan bahwa kesenjangan transaksi berjalan indonesia ini, mungkin akan terus berlanjut seiring dengan tetap tingginya harga minyak mentah, volume impor minyak yang tetap kuat, serta melemahnya ekspor akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan terus meningkatnya ketegangan Politik di timur tengah antara AS, Israel dan Iran serta Rusia dan Ukraina di eropa timur.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.720-Rp17.770 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement